Cara Budidaya Daun Semanggi

Tumbuhan semanggi semula dianggap sebagai gulma atau pengganggu tanaman padi. Namun kini mulai naik daun menjadi komoditas sayuran yang cukup menjanjikan. Wajar saja jika kini para petani mulai ramai membudidayakan tanaman ini di lahan sawah produktif.

Daun  semanggi memiliki nama latin Salviniales, sejenis daun paku air dari marga Marsilea. Tumbuhan ini  banyak  ditemukan di daerah persawahan. Tanaman semanggi adalah tanaman yang hidup di daerah yang lembab dan berair. Ciri khas dari daun ini adalah bentuknya seperti payung dengan daun yang berjumlah 3-4 pada setiap tangkainya.

Tanaman semanggi ini mempunyai panjang 5-35 cm. Daun tanaman semanggi majemuk dengan anak daun berbentuk seperti jantung, bertangkai panjang. Daun tanaman semanggi ini mempunyai warna hijau muda. Batang tanaman semanggi ini bertekstur lunak dan bercabang. Fungsi tanaman semanggi  adalah sebagai sayur makanan yang bisa di makan setiap hari.

Namun ternyata tanaman semanggi ini juga memiliki manfaat dan khasiat yang penting untuk tubuh sama seperti dengan manfaat sayuran bayam. Tanaman semanggi mengandung saponin, flavonoid, polifenol, tanin, dan asam oksalat.  Daun semanggi memiliki tekstur yang lembut dengan rasa sedikit manis serta gurih, daun semanggi ini, selain  dapat dijadikan sebagai bahan makanan khas, juga diyakini banyak  memiliki manfaat lain untuk kesehatan.

Tips Cara Budidaya Daun Semanggi

  1. Pemilihan Lahan

Lahan sawah yang cocok adalah lahan yang memiliki sumber drainase yang terjaga. Tananan ini dapat pula tumbuh dilahan rawa-rawa, lahan lembab,  atau tempat yang kurang produktif untuk tanaman padi. Yang terpenting, untuk mencabut tumbuhan semanggi yang akan dijadikan bibit tersebut harus dengan akarnya sekaligus.

Bahkan anda dapat menanam daun semanggi di polybag, jika tidak memiliki lahan. Karena budidaya tanaman ini tidak memerlukan lahan yang luas. Asal area tanam lembab, telah memenuhi syarat untuk membudidayakan tanaman ini.

Bersihkan terlebih dahulu bibit semanggi yang hendak anda tanam, dengan begitu bisa langsung disemaikan  dengan cara diletakkan secara bergerombol. Pastikan jarak sekitar 30- 40 cm seperti halnya menanam rumput.

  1. Bibit

Pilihlah bibit yang paling baik kualitasnya. Pilihlah pula bibit yang memiliku akar yang baik dan tidak rapuh agar ketika dipindahkan ke lahan tanam, tidak mengalami kerusakan.

  1. Pupuk

Kabar gembira bagi anda yang ingin membudidahayan daun semanggi, sebab pupuk yang digunakan hanyalah pupuk urea dan ponska. Kedua jenis pupuk ini mudah dicari. Sehingga anda tak perlu pusing memikirkan pupuk khusus apa yang harus anda gunakan untuk tanaman tersebut.

  1. Penanaman Bibit

Jika bibit yang telah siap untuk dipindahkan, maka tugas anda adalah menggemburkan tanah pada lahan maupun media tanam. Gunamya, agar akar bibit daun semanggi dapat tertanam dan tidak merusaknya, sebab karakteristik tanaman ini mudah rapuh.

  1. Perawatan Lahan Setelah Pemanenan Daun Semanggi

Saat panen usai, batang tanaman semanggi harus diratakan kembali atau anda bisa tekan tanah bekas panen dengan menggunakan krat bekas minuman botol. Budidaya semanggi bisa di coba di daerah mana saja.

  1. Rotasi tanaman

Jika masa panen telah usai maka jangan sampai lahan atau media tanam dibiarkan begitu saja. Alangkah baiknya, jauh sebelum masa panen tiba anda telah menyiapkan bibit baru. Sehingga ketika masa panen tiba anda dapat segera menanam bibit baru pada media tanam yang sama.

Selain ekonomis, cara ini cukup efisien dan karena keberhasilan panen sebelumnya menunjukkan kualitas tanah pada lahan atau media tanam tersebut.

Tags: