Agribisnis Sayuran di Indonesia [2018]

Menurut Departemen Pertanian pada tahun 2006 disebutkan bahwa bidang pertanian yang ada di negara ini adalah salah satu PDB. PDB adalah singkatan dari Pembentuk Domestik Bruto dan sektor pertanian juga menjadi penghasil dana terbesar dalam pendapatan ekonomi negara. Letak Indonesia yang demikian memang memberi keuntungan geografis dalam pengembangan bidang pertanian.

Tak hanya itu saja, bidang pertanian juga memiliki aneka keunggulan diantaranya penyerap tenaga kerja nasional yang paling besar. Serapan tenaga kerja dalam bidang pertanian yang paling tinggi yaitu pada daerah pedesaan karena sebagian besar masyarakat desa adalah petani. Bidang pertanian juga menjadi penghasil bahan baku industri khususnya dalam industri pangan.

Alasan Agribisinis Sayuran Menguntungkan

Salah satu bisnis menguntungkan yang berkecimpung di bidang pertanian yaitu agribisnis sayur-sayuran, hal ini dengan alasan di bawah ini :

  1. Sayuran merupakan salah satu jenis pangan yang masuk ke dalam empat sehat lima sempurna karena kandungan gizinya yang tinggi. Sayuran adalah makanan penuh gizi dan kaya akan vitamin serta mineral bagi tubuh khususnya bagi anak usia pertumbuhan. Tak hanya itu saja, sayuran juga memiliki gizi yang baik untuk menjaga tubuh usia-usia dewasa hingga lanjut.
  2. Menjadi petani sayuran adalah salah satu mata pencaharian yang paling banyak digeluti oleh penduduk di Indonesia. Dengan adanya fakta ini menimbulkan pendapatan dari hasil bertani sayur adalah sumber keuangan dari sebagian besar orang yang menjalankan. Tak hanya itu saja, melalui sayuran lapangan kerja dibuka dan kesempatan berbisnis semakin terbuka.
  1. Potensi ekspor

Dengan dukungan geografis Indonesia dan kekayaan alam terutama bahan pangan yang memadai, bertani sayur menjadi salah satu potensi ekspor. Terbukti dengan pendapatan nasional yang paling tinggi ialah dari bidang pertanian dan bertani sayur masuk ke kategori tersebut. Bila potensi ini dimanfaatkan, hasil ekspor dari bertani sayur dapat menjadi sumber devisa negara.

  1. Bahan baku

Seperti  yang telah dijabarkan di paragraf sebelum ini, sayuran adalah salah satu bahan baku industri khususnya industri pangan. Aneka olahan makanan nyatanya sebagian besar adalah hasil dari campuran sayur dan tambahan beberapa jenis bahan pangan lainnya. Tak hanya jadi makanan yang dikonsumsi manusia, sayuran juga menjadi makanan pokok beragam hewan.

  1. Permintaan selalu meningkat

Sesuai dengan survei yang dilakukan oleh BPS dan Dept Pertanian pada tahun 2009 diperoleh hasil bahwa permintaan sayuran selalu naik. Hal ini dilandasi oleh alasan meningkatnya jumlah penduduk dan pendapatan penduduk serta berkembangnya pusat industri di berbagai kota. Bahkan, hasil produksi terkadang tak mampu memenuhi kebutuhan atas permintaan di pasar.

Lima alasan di atas seharusnya mampu menyadarkan generasi muda bahwa agribisnis sayuran tak boleh dipandang remeh hanya karena kurang kekinian. Tak hanya itu saja, berbagai daerah otonom memberikan kebijakan bahwa daerahnya tak boleh bergantung kebutuhan terhadap daerah lainnya. Daerah dituntut selalu mengembangkan segala bidang khususnya pertanian dalam hal kasus pangan.

Majunya teknologi memberi banyak dampak positif salah satunya berkembangnya cara tentang bertani salah satunya yaitu sistem hidroponik. Sistem ini disarankan untuk semua orang yang ingin memulai bisnis tanaman, namun tak memiliki lahan tanah yang memadai. Hidroponik memberi kemudahan hanya dengan alat dan bahan yang mudah ditemukan seperti plastik, gelasdan botol plastik bahkan ember.

Peluang berbisnis sayuran dengan sistem hidroponik sangat besar karena hasil panennya sudah ditunggu oleh jajaran restoran. Mereka beralasan lebih mencari suatu bahan dari hasil hidroponik karena hemat air dalam mencuci dan terhindar dari pestisida yang berlebih. Tak hanya itu saja, hasil panen tanaman hidroponik tidak terserang hama ulat karena tidak menggunakan tanah sebagai media tanam.

Tags: